Still
Life Drawing
Dalam Seni Rupa, kita dapat menggambar objek-objek yang ada di dalam imajinasi kita maupun objek nyata (benda). Ada banyak benda atau hal di dunia nyata yang dapat kita gambar. Contohnya dalam menggambar portrait (wajah manusia), suasana (suatu kejadian yang melibatkan interaksi antar manusia), dan still-life. Still life adalah metode dan teknik menggambar alam dan benda ukurannya lebih kecil dari manusia dengan melihat dan mengamati medelnya secara langsung. Teknik still life dilakukan dengan cara meletakkan dan mengomposisikan benda-benda sedemikaian rupa kemudian digambar secara langsung. Pada karya saya berikut ini, saya telah menggambar dengan teknik still-life dari botol, mangkuk, kendi, buah pear, buah lemon, dan serbet yang telah dikomposisikan. Saya akan menganalisa beberapa kelebihan dan kekurangan dari karya yang saya buat tersebut.
![]() |
| Gambar Still-life karya Mentari |
Pertama saya akan menganalisa
kelebihan karya saya dari segi komposisi. Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan
mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
Menurut saya, komposisi yang telah saya ambil sudah cukup baik karena
benda-benda yang menjadi objek yang saya gambar dapat terlihat jelas. Saya juga
telah memberikan jarak antar benda yang cukup sehingga benda-benda tersebut
terlihat dapat “bernafas” dan tidak terlalu dempet. Kemudian karya saya
tersebut juga sudah terlihat cukup harmonis. Keselarasan atau harmonis adalah hubungan kedekatan
unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan
keselarasan. Seperti pada mangkuk dan botol, yang memiliki unsur yang tidak
terlalu jauh beda, namun tetap selaras.
Kedua,
saya akan menganalisa kelebihan karya saya dari segi penekanan (kontras). Penekanan
adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan. Perbedaan
yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak
monoton. Contohnya seperti kendi dan botol. Kedua benda itu memiliki unsur yang
berbeda. Botol tersebut terbuat dari kaca, dan kendi terbuat dari tanah liat.
Atau seperti mangkuk dengan serbet. Kedua nya terbuat dari bahan yang berbeda.
Misalnya mangkuk yang terbuat dari kaca atau porcelain, dan serbet yang terbuat
dari kain. Botol yang terbuat dari kaca dan mangkuk yang terbuat dari porcelain
merupakan benda solid (padat) yang memantulkan cahaya. Sedangkan serbet yang
terbuat dari kain tidak memantulkan cahaya dan cenderung menerima pantulan
cahaya tersebut. Ukuran yang berbeda juga dapat membuat kesan kontras. Seperti
pada botol yang merupakan benda paling tinggi diletakan bersebelahan dengan mangkuk
dan lemon yang ukurannya jauh lebih kecil. Benda-benda tersebut jika disatukan
akan menciptakan kesan kontras atau penekanan. Kemudian karya saya juga tidak
memiliki masalah dari segi proporsi. Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian
satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan
ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek
lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya. Saya telah menyusun gambar saya
dengan rana yang seimbang dengan ukuran benda yang saya gambar menyesuaikan
dengan ukuran kertas, sehingga tidak terlihat terlalu kecil ataupun terlalu
besar. Proporsi objek gambar dengan benda asli nya juga sudah saya sesuaikan.
Misalnya kendi yang tinggi nya sedikit lebih rendah dari botol, namun memilki
lebar yang lebih daripada botol. Atau mangkuk yang ukurannya lebih lebar
daripada botol atau hampir setara dengan lebar dari kendi, namun memiliki
tinggi yang lebih rendah dari botol dan kendi.
Ketiga, saya akan menganalisa gambar saya dari segi warna. Warna
yang saya gunakan telah saya gunakan dengan objek asli nya. Contoh nya adalah
lemon yang memiliki warna hijau kekuningan. Saya telah mencampurkan warna hijau
muda, hijau tua, kuning, dan oranye untuk warna buah lemon dengan sedikit
tambahan coklat untuk bagian yang lebih gelap atau bayangan (shadow). Kemudian
buah peer yang pada objek asli nya terlihat warna coklat ke oranye-oranye an.
Saya telah menggunakan oranye muda sebagai warna dasar, lalu saya timpa dengan
warna coklat Sandybrown, Goldenrod, Sienna, dan saya tambahkan sedikit Limegreen.
Kesalahan yang saya buat adalah saya telah menyatukan terlalu banyak warna
dengan cara ditumpuk keseluruhannya sehingga warna yang diciptakan tidak beraturan.
Saya terlalu menekan pensil warna yang saya gunakan untuk mencampur warna-warna
tersebut sehingga membuat goresan-goresan pada kertas. Kejadian serupa juga terjadi pada pewarnaan
botol. Saya menggunakan warna Yellowgreen sebagai warna dasar, lalu mencampurkan
warna Olivedrab, Olive, dan Darkolivegreen. Saya juga menambahkan warna hitam
untuk bagian yang paling gelap. Warna-warna yang saya tumpuk tersebut membuat
goresan kasar pada kertas. Saya juga tidak dapat mengontrol gradasi warna dari
pantulan cahaya pada gambar botol tersebut. Sehingga pantulan cahaya nya
terlihat aneh dan monoton. Arsiran dari gambar saya juga masih agak kasar
sehingga belum menutupi semua bagian putih pada kertas.
Kesimpulannya, saya telah berusaha untuk membuat karya saya sebaik
mungkin dengan mempertimbangkan prinsip estetika seni rupa yang saya sebutkan
diatas, seperti komposisi, keselarasan, proporsi, dan lain-lain. Namun saya
masih tetap harus belajar lagi dalam mengkomposisikan warna sehingga tidak
memberikan kesan menumpuk yang berlebihan. Setiap seniman dan calon seniman
seperti saya ini memang tidak boleh berhenti mengasah kemampuan dan harus terus
berkarya!

No comments:
Post a Comment