Tuesday, March 17, 2015

Hello! it's me again, Mentari. Sekarang aku mau membagi sesuatu tentang pandanganku terhadap karya buatanku sendiri. yaitu Still-life  drawing. Sebenarnya ini adalah bahan UAS, but I'd like to share this to all of you <3

Still Life Drawing



Dalam Seni Rupa, kita dapat menggambar objek-objek yang ada di dalam imajinasi kita maupun objek nyata (benda). Ada banyak benda atau hal di dunia nyata yang dapat kita gambar. Contohnya dalam menggambar portrait (wajah manusia), suasana (suatu kejadian yang melibatkan interaksi antar manusia), dan still-life.  Still life adalah metode dan teknik menggambar alam dan benda ukurannya lebih kecil dari manusia dengan melihat dan mengamati medelnya secara langsung. Teknik still life dilakukan dengan cara meletakkan dan mengomposisikan benda-benda sedemikaian rupa kemudian digambar secara langsung.  Pada karya saya berikut ini, saya telah menggambar dengan teknik still-life dari botol, mangkuk, kendi, buah pear, buah lemon, dan serbet yang telah dikomposisikan.  Saya akan menganalisa beberapa kelebihan dan kekurangan dari karya yang saya buat tersebut.


Gambar Still-life karya Mentari
Pertama saya akan menganalisa kelebihan karya saya dari segi komposisi. Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi. Menurut saya, komposisi yang telah saya ambil sudah cukup baik karena benda-benda yang menjadi objek yang saya gambar dapat terlihat jelas. Saya juga telah memberikan jarak antar benda yang cukup sehingga benda-benda tersebut terlihat dapat “bernafas” dan tidak terlalu dempet. Kemudian karya saya tersebut juga sudah terlihat cukup harmonis. Keselarasan atau harmonis adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan. Seperti pada mangkuk dan botol, yang memiliki unsur yang tidak terlalu jauh beda, namun tetap selaras.
Kedua, saya akan menganalisa kelebihan karya saya dari segi penekanan (kontras). Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan. Perbedaan  yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton. Contohnya seperti kendi dan botol. Kedua benda itu memiliki unsur yang berbeda. Botol tersebut terbuat dari kaca, dan kendi terbuat dari tanah liat. Atau seperti mangkuk dengan serbet. Kedua nya terbuat dari bahan yang berbeda. Misalnya mangkuk yang terbuat dari kaca atau porcelain, dan serbet yang terbuat dari kain. Botol yang terbuat dari kaca dan mangkuk yang terbuat dari porcelain merupakan benda solid (padat) yang memantulkan cahaya. Sedangkan serbet yang terbuat dari kain tidak memantulkan cahaya dan cenderung menerima pantulan cahaya tersebut. Ukuran yang berbeda juga dapat membuat kesan kontras. Seperti pada botol yang merupakan benda paling tinggi diletakan bersebelahan dengan mangkuk dan lemon yang ukurannya jauh lebih kecil. Benda-benda tersebut jika disatukan akan menciptakan kesan kontras atau penekanan. Kemudian karya saya juga tidak memiliki masalah dari segi proporsi. Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya. Saya telah menyusun gambar saya dengan rana yang seimbang dengan ukuran benda yang saya gambar menyesuaikan dengan ukuran kertas, sehingga tidak terlihat terlalu kecil ataupun terlalu besar. Proporsi objek gambar dengan benda asli nya juga sudah saya sesuaikan. Misalnya kendi yang tinggi nya sedikit lebih rendah dari botol, namun memilki lebar yang lebih daripada botol. Atau mangkuk yang ukurannya lebih lebar daripada botol atau hampir setara dengan lebar dari kendi, namun memiliki tinggi yang lebih rendah dari botol dan kendi.
Ketiga, saya akan menganalisa gambar saya dari segi warna. Warna yang saya gunakan telah saya gunakan dengan objek asli nya. Contoh nya adalah lemon yang memiliki warna hijau kekuningan. Saya telah mencampurkan warna hijau muda, hijau tua, kuning, dan oranye untuk warna buah lemon dengan sedikit tambahan coklat untuk bagian yang lebih gelap atau bayangan (shadow). Kemudian buah peer yang pada objek asli nya terlihat warna coklat ke oranye-oranye an. Saya telah menggunakan oranye muda sebagai warna dasar, lalu saya timpa dengan warna coklat Sandybrown, Goldenrod, Sienna, dan saya tambahkan sedikit Limegreen. Kesalahan yang saya buat adalah saya telah menyatukan terlalu banyak warna dengan cara ditumpuk keseluruhannya sehingga warna yang diciptakan tidak beraturan. Saya terlalu menekan pensil warna yang saya gunakan untuk mencampur warna-warna tersebut sehingga membuat goresan-goresan pada kertas.  Kejadian serupa juga terjadi pada pewarnaan botol. Saya menggunakan warna Yellowgreen sebagai warna dasar, lalu mencampurkan warna Olivedrab, Olive, dan Darkolivegreen. Saya juga menambahkan warna hitam untuk bagian yang paling gelap. Warna-warna yang saya tumpuk tersebut membuat goresan kasar pada kertas. Saya juga tidak dapat mengontrol gradasi warna dari pantulan cahaya pada gambar botol tersebut. Sehingga pantulan cahaya nya terlihat aneh dan monoton. Arsiran dari gambar saya juga masih agak kasar sehingga belum menutupi semua bagian putih pada kertas.

Kesimpulannya, saya telah berusaha untuk membuat karya saya sebaik mungkin dengan mempertimbangkan prinsip estetika seni rupa yang saya sebutkan diatas, seperti komposisi, keselarasan, proporsi, dan lain-lain. Namun saya masih tetap harus belajar lagi dalam mengkomposisikan warna sehingga tidak memberikan kesan menumpuk yang berlebihan. Setiap seniman dan calon seniman seperti saya ini memang tidak boleh berhenti mengasah kemampuan dan harus terus berkarya!

No comments:

Post a Comment